Info Seputar Lelang

TENTANG LELANG :

Lelang adalah suatu alternatif penjualan aset yang dilaksanakan dengan cara mengundang calon-calon pembeli pada waktu dan tempat tertentu dimana penawar tertinggi terakhir secara tertulis dan/atau lisan ditentukan sebagai pemenang. Untuk memenuhi standar yang di tetapkan oleh Undang-undang, lelang harus diumumkan secara luas kepada masyarakat, baik melalui media cetak, elektronik maupun visual.

PROSEDUR LELANG :

Prosedur standar pelaksanaan lelang dibagi menjadi 3 (tiga) tahap sebagai berikut:1. PRA LELANG
Rangkaian kegiatan yang harus dilakukan sebelum hari lelang dan merupakan bagian yang harus dipersiapkan secara matang dan profesional guna mengoptimalkan hasil lelang.

  • Penandatanganan Kerjasama (MOU/SPK)
    Pihak penjual mentandatangani kerjasama dengan kami yang dituangkan dalam suatu MOU/SPK sebagai perintah kerja untuk melakukan penjualan aset secara lelang yang dilampiri data aset yang akan dilelang, Surat Kuasa dan Surat Pernyataan.
  • Penerimaan Dokumen
    Seluruh copy dokumen mengenai aset yang akan dilelang diberikan oleh penjual/pemilik aset dan dikumpulkan oleh kami, dimana dokumen aset tersebut menjadi dasar/landasan “transfer of ownership” (perpindahan kepemilikan).
    Dokumen-dokumen yang diperlukan adalah dokumen legal dengan perincian sebagai berikut:

    • LELANG SUKARELA
      • PROPERTI
        1. Sertifikat Tanah (Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Milik atas Satuan Rumah Susun, Hak Guna Usaha, Hak Pakai, dll).
        2. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
        3. Bukti pembayaran PBB 3 tahun terakhir & rekening 3 bulan terakhir (PAM, Listrik, Telepon).
        4. Polis asuransi gedung (jika ada).
        5. Denah bangunan/lantai (floor plan), dimensi/ukuran.
        6. Surat Kuasa & Surat Pernyataan.
      • NON PROPERTI
        1. BPKB & STNK.
        2. Faktur kendaraan & buku keur (jika ada).
        3. Sertifikat/bukti kepemilikan yang lain.
        4. Surat Kuasa & Surat Pernyataan.
    • LELANG EKSEKUSI
      • HAK TANGGUNGAN
        1. Salinan/copy Perjanjian Kredit.
        2. Salinan/copy Sertifikat Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan.
        3. Salinan/copy bukti bahwa debitur wanprestasi yang dapat berupa peringatan-peringatan maupun pernyataan dari pihak kreditur.
        4. Surat Pernyataan dari kreditur yang akan bertanggungjawab apabila terjadi gugatan.
      • FIDUCIA
        1. Salinan/copy Perjanjian Fiducia.
        2. Salinan/copy Sertifikat Fiducia dan Pemberian Hak Fiducia.
        3. Surat Keterangan dari Kantor Pendaftaran Fiducia.
        4. Salinan/copy bahwa debitur wanprestasi yang dapat berupa peringatan-peringatan maupun pernyataan dari kreditur.
        5. Surat Pernyataan dari kreditur bahwa barang yang akan dilelang dalam pengurusan kreditur.
        6. Surat Pernyataan dari kreditur yang akan bertanggungjawab apabila terjadi gugatan.
      • PENETAPAN PENGADILAN
        1. Salinan/copy putusan dan/atau penetapan pengadilan.
        2. Salinan/copy penetapan sita oleh Ketua Pengadilan.
        3. Salinan/copy berita acara sita dan bukti sita.
        4. Salinan/copy penetapan aanmaning/teguran dari Ketua Pengadilan Negeri.
        5. Salinan/copy perincian hutang/jumlah yang harus dipenuhi.
        6. Salinan/copy pemberitahuan lelang kepada termohon eksekusi.
        7. Surat Pernyataan dari Pemilik Barang/Vendor bahwa obyek lelang tidak disertai bukti kepemilikan dengan disertai alasannya.
  • Pengecekan Aspek Hukum
    Dokumen yang diterima selanjutnya akan dipergunakan dalam pengecekan data dan aspek hukumnya sebagai berikut:

    • Pembuatan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)
      Khusus aset properti, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) harus didapati dari Kantor Pertanahan setempat guna menjual aset tersebut melalui lelang. SKPT digunakan sebagai bukti apakah aset tersebut terdapat permasalahan atau tidak untuk menjamin proses balik nama sertifikat ke calon pembeli.
    • Pengecekan Ke Tata Kota
      Apabila diperlukan, kami akan meminta keterangan ke Dinas Tata Kota setempat untuk melihat kesesuaian bangunan/konstruksi dengan peraturan dan/atau peruntukkan yang berlaku terutama peruntukkan tanahnya untuk selanjutnya kami akan memberikan informasi tersebut kepada calon pembeli.
    • Pengecekan/pemblokiran ke Instansi Terkait
      Setiap aset non properti dilakukan pengecekan terutama guna mendapatkan keabsahan kepemilikan aset untuk menjamin kepastian hukum bagi pembeli mengingat barang bergerak mudah sekali perpindahan kepemilikan.
  • Peninjauan dan Penilaian Aset
    Berdasarkan data dan dokumen yang kami terima, maka kami akan melakukan peninjauan aset dengan tujuan sebagai berikut:

    • Memastikan bahwa kondisi bangunan/fisik aset tersebut cocok dengan dokumen pendukungnya.
    • Khusus aset properti, meneliti lokasi dan lingkungan sebagai bahan masukan dalam pertimbangan nilai dan marketability property tersebut.
    • Penilaian terhadap aset tersebut untuk menentukan harga limit pada pelaksanaan lelang. Harga limit adalah harga minimal barang lelang yang ditetapkan oleh penjual/pemilik barang untuk dicapai dalam suatu pelelangan.
  • Penjelasan dan Pemasaran Aset
    Dibuat rangkuman atau penjelasan secara menyeluruh mengenai keunikan setiap aset yang akan dijual melalui lelang untuk keperluan pemasaran. Sebelum dilaksanakan lelang, para calon pembeli dipersilakan untuk melakukan peninjauan aset yang akan dijual (open house) guna mendapatkan data atau gambaran terhadap aset yang akan dilelang tersebut.   
  • Pengumuman Lelang
    Berdasarkan undang-undang yang berlaku, lelang harus diumumkan dengan memuat syarat-syarat peserta lelang, penyetoran jaminan, open house dan cara pembayaran.

    • Lelang Eksekusi:
      • Barang tidak bergerak dilakukan 2 (dua) kali, yaitu :
        • Pengumuman I ke pengumuman II sekurang-kurangnya 15 (lima belas) hari pengumuman II.
        • Pengumuman II sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum hari pelaksanaan lelang.
      • Barang bergerak dilakukan 1 (satu) kali sekurang-kurangnya 6 (enam) hari sebelum hari pelaksanaan lelang.
        • Kecuali untuk barang-barang yang lekas busuk, rusak dan barang berbahaya dapat dilakukan kurang dari 6 (enam) hari, tetapi tidak boleh kurang dari 2 (dua) hari kerja, dan khusus untuk ikan dan sejenisnya tidak boleh kurang dari 1 (satu) hari kerja.
    • Lelang Noneksekusi Sukarela:
      • Barang tidak bergerak dilakukan 1 (satu) kali sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum hari pelaksanaan lelang.
      • Barang bergerak dilakukan 1 (satu) kali sekurang-kurangnya 5 (lima) hari sebelum hari pelaksanaan lelang.
      • Barang bergerak yang dijual bersama-sama dengan barang tidak bergerak berlaku ketentuan yang pertama.
  • Peserta Lelang
    Untuk dapat menjadi peserta lelang, setiap peserta harus menyetor uang jaminan penawaran lelang, paling sedikit 20% dan paling banyak 50% dari harga limit. Dilarang menjadi peserta lelang / pembeli : Pejabat Lelang, Penjual, Pemandu Lelang, Hakim, Jaksa, Juru Sita, Pengacara/ Advokat, Notaris, PPAT, Penilai, Pegawai DJPLN, Pegawai Balai Lelang dan Pegawai Pejabat Lelang Kelas II, dan pihak yang tereksekusi/debitur/tergugat/terpidana yang terkait dengan proses lelang tersebut.

2. PELAKSANAAN LELANG
Rangkaian kegiatan yang dilakukan dan merupakan puncak dari seluruh kegiatan lelang setelah melewati tahapan pra lelang.

  • Hari Lelang
    Sebelum lelang dilaksanakan, peserta lelang wajib melakukan:

    • Penyetoran uang jaminan yang telah ditentukan.
    • Calon pembeli wajib mengetahui hak dan kewajibannya, termasuk pembayaran biaya/pajak yang dikeluarkan sesuai peraturan yang berlaku.
    • Memastikan bahwa aset yang akan dibeli sudah dilihat dalam kondisi sebagaimana adanya untuk menghindari keluhan di kemudian hari.
  • Metode Lelang
    • LELANG LISAN
      1. Dilaksanakan dengan cara mengundang khalayak ramai sebagai calon pembeli.
      2. Harga limit langsung ditawarkan kepada calon pembeli.
      3. Kenaikan harga dipandu oleh Pemandu Lelang.
      4. Calon pembeli yang setuju akan mengangkat panel bid tanda setuju demikian seterusnya sampai tersisa satu pembeli pada harga yang tertinggi dan dinyatakan sebagai pemenang lelang.
    • LELANG TERTULIS
      1. Calon pembeli harus melakukan penawaran secara tertulis.
      2. Dimasukkan ke dalam amplop tertutup selambat-lambatnya pada batas waktu yang ditentukan oleh kami.
      3. Calon pembeli harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
      4. Pada hari yang telah ditentukan kotak penawaran akan dibuka, penawar tertinggi akan dinyatakan sebagai pemenang.
  • Pemenang Lelang
    Setelah pelaksanaan lelang selesai pemenang lelang akan diberikan Berita Acara Pemenang Lelang. Selanjutnya pemenang lelang menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai dengan persyaratan lelang. Apabila pemenang lelang telah menyelesaikan seluruh kewajibannya maka diberikan Risalah Lelang. Risalah Lelang adalah berita acara pelaksanaan lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang yang merupakan akta otentik dan mempunyai kekuatan pembuktian sempurna bagi para pihak.

3. PURNA LELANG

  • Jika terdapat keberatan atau complain dari pemenang lelang, maka keberatan ditujukan kepada kami dimana kami akan berkonsultasi dengan pihak penjual untuk menyelesaikan masalah yang ada.
  • Layanan purna jual kepada pemenang dan penjual meliputi proses pelunasan, penyetoran pajak bea lelang, serah terima objek lelang dan laporan akhir lelang.
  • Bagi pemenang lelang, kami memberikan jasa Balik Nama Sertifikat ke BPN dengan biaya sesuai tarif yang berlaku.

KEUNTUNGAN LELANG :

Aspek Hukum Terjamin
Dari sisi legalitas akan lebih terjamin dan aman, karena setiap aset yang akan dilelang harus melalui proses pengecekan dokumen ke instansi yang terkait, hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada calon pembeli agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Cepat dan Ekonomis
Lelang akan sangat efektif karena target penjualan harus dilaksanakan dalam waktu singkat/cepat. Maka dari itu penjualan aset dalam jumlah besar, bila dilihat dari segi waktu penjualan sistem lelang akan lebih cepat dan ekonomis karena akan mengurangi biaya penyimpanan (untuk barang bergerak), biaya pemeliharaan dan biaya pemasaran.

Terbuka dan Obyektif
Lelang dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai, yakni mengundang calon pembeli sebanyak mungkin, sehingga pelaksanaannya sangat terbuka dan obyektif.

Harga Optimum
Dengan banyaknya peserta lelang/calon pembeli yang hadir, maka harga yang terbentuk dapat mencapai harga yang optimum. Semakin banyak penawar maka semakin tinggi harga yang akan ditawarkan. Oleh karena itu apabila peserta lelang sudah berminat atas aset tersebut maka harga yang terbentuk menjadi lebih tinggi dari limit yang telah ditetapkan.

JENIS LELANG :

Berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, ada 2 (dua) bentuk lelang yang dapat dilaksanakan, yaitu:

1.   LELANG SUKARELA

Lelang Sukarela adalah lelang barang milik perorangan atau group yang dilakukan atas kehendak pemiliknya sendiri yang dibuktikan dengan surat penyerahan barang. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengertian lelang ini adalah:

  • Balai Lelang menyelenggarakan lelang atas aset yang diserahkan ke Balai Lelang hingga penyerahan secara fisik kepada pemenang lelang.
  • Aset yang dilelang adalah aset yang menurut peraturan yang berlaku tidak dibebani titel eksekutorial, tidak dikuasai negara serta bukan merupakan aset yang harus dieksekusi guna pelaksanaan putusan pengadilan.
  • Biaya lelang yang harus dibayarkan ke kas negara (BIAD) sebesar 0,3% dari harga lelang yang terbentuk.
  • Balai Lelang mengajukan surat permohonan lelang ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara dengan merujuk pada surat kuasa dari penjual ke Balai Lelang.
  • Pengumuman lelang dilakukan di media massa minimal 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan lelang.

2.   LELANG EKSEKUSI

Lelang Eksekusi adalah lelang yang dilakukan guna pelaksanaan titel eksekutorial, contohnya lelang pelaksanaan putusan pengadilan/eksekusi pengadilan, lelang harta pailit, lelang eksekusi hak tangungan, lelang aset fiducia, lelang eksekusi barang rampasan kejahatan, lelang barang yang tidak dikuasai/dikuasai negara, lelang eksekusi PUPN, lelang eksekusi pajak, dan lainnya. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengertian lelang ini adalah:

  • Balai Lelang selaku ‘pelaksana pra lelang’ artinya pelaksanaan lelang lebih ditekankan pada Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara, sedangkan pihak Balai Lelang mempersiapkan persiapan lelang hingga pemasaran aset. Pelunasan pembayaran lelang langsung ke rekening Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara. Dalam penyelenggaraan lelang, Balai Lelang berkerjasama dengan Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara.
  • Aset yang di lelang adalah aset yang dibebani hak tanggungan, pelaksanaan putusan pengadilan, aset harta pailit, fiducia, gadai, barang rampasan kepolisian, rampasan bea cukai, dan segala aset yang terdapat titel eksekutorial.
  • Permohonan lelang diajukan oleh kurator, kreditur/pemegang hak tanggungan, pemegang fiducia, pemegang gadai, Pengadilan Negeri, atau eksekutor ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara dengan mencantumkan Global Auction selaku ‘Pra Lelang”.
  • Pengumuman lelang dilakukan di media massa resmi sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku. Untuk properti dilakukan 2x dengan selang waktu 15 hari antara pengumuman I dan II serta sebelum pelaksanaan lelang. Sedangkan barang bergerak dilakukan minimal 1x 7 hari sebelum pelaksanaan lelang.
  • Biaya yang harus dibayar ke kas negara (BIAD) meliputi bea lelang pembeli, bea lelang penjual, uang miskin dan uang yang ditahan sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku.
(sumber : PT. Globalindo Auction)

Satu Balasan ke Info Seputar Lelang

  1. Billy berkata:

    I do consider all the concepts you’ve introduced for your post. They are really convincing and will definitely work. Nonetheless, the posts are too quick for beginners. May just you please prolong them a little from subsequent time? Thank you for the post.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s